INFO SEPAKBOLA

MEMBAHAS SEPUTAR SEPAKBOLA DUNIA

ItaliaSpanyol

The Special One Menantang Si Spesialis Dalam Laga Sevilla vs AS Roma

infosepakbola.web.id – Pertandingan golongan kedua, Liga Europa 2022 atau 23 sudah menciptakan 2 regu yang hendak berkelahi di akhir, ialah Sevilla serta AS Roma.

Kedua regu ini sukses memegang sesi akhir berakhir menaklukkan lawan- lawannya di sesi semifinal, ialah Juventus serta Bayer Leverkusen.

Sevilla sukses mendobrak akhir berakhir berhasil hasil akumulasi 3- 2 atas Juventus. Kelebihan hasil akumulasi ini diperoleh sehabis sukses mencapai kemenangan di leg kedua dengan angka 2- 1.

Di leg kedua itu, regu berjuluk Los Palanganas ini wajib menjalani peperangan sampai sesi Extra Time, berakhir main timbal 1- 1 di durasi wajar serta hasil akumulasi jadi 2- 2.

Di sesi bonus durasi, delegasi Spanyol itu sukses mencapai kemenangan melalui tandukan Erik Lamela di menit ke- 95 serta berkuasa berjalan ke akhir.

Saat sebelum Sevilla membenarkan karcis ke akhir Liga Europa, terdapat AS Roma yang terlebih dulu menggapai pucuk, sehabis main timbal 0- 0 dengan Bayer Leverkusen di leg kedua.

Berkompetisi di markas lawannya itu, regu bimbingan Jose Mourinho ini main bertahan buat menjaga hasil akumulasi 1- 0 yang diterima di leg awal.

Strategi ini juga berhasil manis. Serangan Leverkusen tidak sanggup membuat gawang AS Roma kecolongan sampai leg kedua berakhir.

Saat ini, partai pucuk Liga Europa 2022 atau 23 juga hendak mempertemukan Sevilla serta AS Roma yang bersama berkedudukan regu istimewa.

Status istimewa kedua regu ini tidak bebas dari kiprah tiap- tiap, di mana Sevilla ialah regu ahli Liga Europa serta AS Roma mempunyai aspek X ialah Jose Mourinho ataupun The Special One.

Sevilla Sang Ahli Liga Europa

Tidak terdapat yang meragukan kapasitas Sevilla selaku regu ahli Liga Europa. Perihal ini nampak dari hasil Los Palanganas di pertandingan golongan kedua ini.

Sevilla terdaftar jadi regu tersukses di Liga Europa di masa 2000 an ini, walaupun dikala pertandingan itu sedang bernama Piala UEFA.

Baca juga : Pemain Masa Depan Arkhan Fikri, Dicap Enggan Bermain Hanya karena Regulasi

Terbatas semenjak 2006, Sevilla sudah mencapai 6 titel Liga Europa, tiap- tiap pada masa 2005 atau 06, 2006 atau 07, 2013 atau 14, 2014 atau 15, 2015 atau 16, serta 2019 atau 20.

Memandang dari prestasinya, Sevilla sempat mencatatkan Hattrick titel di pertandingan ini dalam bentang durasi 2014 sampai 2016. Memo ini lumayan buat meyakinkan kalau memanglah merekalah raja Liga Europa.

 

 

Jose Mourinho

 

Istimewanya, 6 titel itu diperoleh oleh instruktur berlainan. 2 titel pertamanya diterima bersama Juande Ramos yang jadi instruktur rentang waktu 2005- 2007.

Kemudian titel Hattrick yang didapatkannya dari 2014- 2016, sanggup dicapai Sevilla bersama Unai Emery yang saat ini menukangi Aston Villa.

Sebaliknya titel terakhirnya di Liga Europa ialah di masa 2019 atau 20 diperoleh bersama instruktur asal Spanyol yang lain, Julen Lopetegui.

Dengan tutur lain, siapapun pelatihnya, Sevilla senantiasa memiliki sihir luar lazim di Liga Europa. Sihir ini juga nampak dari lawan- lawan yang dikalahkan di partai pucuk.

Dalam 6 akhir yang diiringi, Sevilla sanggup menaklukkan Middlesbrough, Espanyol, Benfica, Dnipro, Liverpool, serta pula Inter Milan.

Memiliki rekor mentereng serta asal usul apik, apakah Sevilla dapat melanjutkan spesialisasinya dikala berdekatan dengan The Special One, Jose Mourinho, bersama AS Roma di akhir masa ini?

AS Roma Jadi Istimewa di Eropa sebab Mourinho

Selaku salah satu klub besar di Italia, AS Roma memanglah tidak memiliki riwayat apik di Eropa, tidak tahu itu di pertandingan Liga Champions ataupun di Liga Europa.

Semenjak berdiri pada pada 1927 sampai 2021 kemudian, AS Roma cuma terdaftar lulus ke akhir pertandingan Eropa sebesar 2 kali saja, ialah di European Cup ataupun Liga Champions serta Inter- Cities Fairs Cup.

Di Liga Champions, AS Roma mendobrak akhir pada masa 1983 atau 84 serta wajib rebah dari Liverpool melalui drama adu denda.

Kemudian di Inter- Cities Fairs Cup, AS Roma mendobrak akhir pada 1960 atau 61, yang berakhir pada titel pemenang sesudah menaklukkan Birmingham City dengan hasil akumulasi 4- 2.

Rekam jejak kurang baik di Eropa itu setelah itu berganti bersamaan kehadiran Jose Mourinho ke AS Roma pada Juli 2021 selaku instruktur.

Sepanjang nyaris 2 tahun kepelatihannya, Mourinho sanggup bawa AS Roma kedua akhir Eropa, ialah Conference League yang berakhir pemenang pada 2021 atau 22 serta Liga Europa pada 2022 atau 23 ini.

Kesuksesan ini pula tidak bebas dari status Mourinho selaku Raja Invitasi, terlebih di pertandingan Eropa dengan rekor 6 akhir serta 6 kemenangan.

Dengan rekor mentereng The Istimewa One itu, AS Roma berambisi berkat si instruktur kala mengalami Sevilla yang ialah ahli Liga Europa di akhir esok.

Tidak bimbang beradu ini di akhir ini hendak memastikan siapa yang sangat istimewa. Apakah Sevilla berlaku seperti regu ahli pertandingan ini ataupun AS Roma bersama The Special One- nya ialah Mourinho?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *